Tempat Tertua Bekas Peninggalan Belanda di Indonesia







Indonesia merupakan salah satu negara bekas jajahan Belanda selama 350 Tahun, setelah indonesia meninggalkan indonesia banyak bangunan situs peninggalan yang ditinggalkan.

Kawasan pemukiman, tempat ibadah, dan perkantoran menjadi salah satu peninggalan Belanda yang kini dijadikan menjadi objek wisata yang pada jaman tersebut dipergunakan sebagai area pemerintahan dan perkantoran.

Btavia, Sunda Kelapa, dan Jakarta Tokubetshu shi adalah nama mula dari DKI Jakarta, Kawasan Kota Tua Jakarta yang itu sendiri menjadi salah satu objek wisata dibangun Belanda sebagai area pemerintahan dan perkantoran.

Pada era 1700an Belanda menjadikan Semarang sebagai pusat perdagangan dan militer, Kota lama semarang saat itu dijuluki "Little Amsterdam" karena kotanya sangat mirip ibu kota Belanda.

Jika ingin merasakan suasana kolonial Belanda, anda bisa datang ke jalan Braga dan jalan Asia Afrika.

Hotel Majappahit, Jembatan Merah, Tugu Pahlawan dan Gereja Katedral Kepajen bisa dikunjungi untuk melakukan napak tilas perjuangan arek suroboyo mengusir belanda dari Tanah Air.

Ada banyak bangunan peninggalan Belanda yang saat ini masih bisa kita kunjungi, namun salah satu bangunan tua di Palembang kini dijadikan kantor walikota dan musium. Pemukiman mewah dengan bangunan khas eropa masih berdiri disekitar kawasan danau kambang iwak.

Gedung London Sumatra merupakan salah satu yang unik. Dibangun pada tahun 1906, gedung lima lantai yang masih berfungsi ini dinamai demikian karena arsitekturnya mirip bangunan yang ada di London namun dibangun di Sumatra.

Berada di antara Semarang dan Solo, kota ini bersuhu teduh karena terletak lebih dekat dengan Gunung Merbabu.Kota ini merupakan destinasi wisata bagi kaum kompeni. Beberapa jalan seperti Diponegoro, Sudirman, dan Hasanuddin masih dihuni sejumlah bangunan tua

Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan, baik oleh Belanda hingga kesultanan.Deretan bangunan peninggalan Belanda masih bisa ditemukan di Jalan Slamet Riyadi, termasuk Omah Lowo dan Loji Gandrung

Kediri merupakan kota metropolis yang menjadi pusat perdagangan serta produksi gula dan rokok.Jalan Dhoho adalah pusat perbelanjaan yang dipenuhi dengan bangunan peninggalan Belanda. Tak jauh dari sana terletak Gereja Merah yang memiliki salinan Alkitab tahun 1867 yang langka.