Medan, Sihanouknewpost - Jumlah pasukan Militer Amerika yang berada di camp-camp di negara Afganistan telah berkurang hingga 2.500. Juru bicara Pentagon mengklaim hal ini merupakan jumlah terendah sejak 2001.

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat dalam hal ini Pentagon mengatakan akan tetap melanjutkan perencanaan awal untuk mengurangi lebih banyak pasukan yang berada disana sampai tingkat nol persen per Mei 2021. Penarikan ini juga tergantung kondisi dan kesepakatan yang terjadi antar kedua negara.

Pada awal November 2020, Pemerintah Donald Trump menyebutkan akan memangkas secara masif jumlah tentara Amerika yang ditugaskan di Afganistan mulai dari 4.500 pasukan sampai 2.500 pasukan pada Januari 2021.

Perjanjian tersebut telah ditandatangani oleh Presidend Donald Trump sendiri, Sebut Juru bicara Pentagon Rob Lodewick.

Pengurangan jumlah pasukan yang diterjun kan bisa terjadi karena beberapa faktor, yakni terkait dengan peralatan dan penyesuaian jumlah pasukan perlindungan di sebuat negara yang termasuk kedalam zona konflik tanpa menimbulkan naiknya resiko terhadap pasukan dan tujuan misi itu sendiri.

Pasukan Amerika Serikat sendiri ditugaskan sejak 2001, setelah serangan Al-Qaeda yang menargetkan gedung Word Trade Center Amerika dan Amerika Serikat bersumpah akan menyerbu pasukan teroris Al-Qaeda. Tidak main-main Amerika Serikat tercatat pernah menempatkan lebih dari 100.000 pasukan militernya di Afganistan pada 2011 guna menumpas kelompok tersebut.

Dengan Terpilihnya Presiden terbaru Amerika Serikat memberikan dampak pandangan politik yang berbeda terkait rencana pengurangan masif pasukan militernya disana. Namun Opsi yang gencar terdengar ke media lokal setempat adalah, dengan meninggalkan satu unit pasukan khusus untuk menangkal gerakan teroris di Afganistan, yang saat ini Taliban, Al-Qaeda dan ISIS masis bertahan dari gempuran serangan Aliansi Amerika.