Medan, Sihanouknewpost - Pemerintah Iran mengumumkan akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban pesawat salah tembak yang terjadi di Iran.

Diketahui awal Januari lalu, Militer Iran diduga tidak sengaja menembakan rudal kendali ke pesawat komersil Ukraina bertipe Boeing 737-800 setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini teheran.

Iran akan memberikan kompensasi santunan sebesar USS 150.000 atau sekitar 2,1 Miliar rupiah, untuk setiap keluarga yang menjadi korban tewas dalam insiden tersebut yang menewaskan sekitar 176 orang dalam pesawat.

Kabinet Parlemen Iran telah setuju dalam hal pemberian kompensasi tersebut, dan akan merampungkan proses kompensasi pesawat Ukraina secepat mungkin.

Pemerintah Iran dalam hal ini juru bicara Kepresidenan mengatakan pemberian kompensasi ini tidak akan menghentikan penuntutan berhenti dalam kata lain pemberian kompensasi tidak akan berdampak apapun terhadap unsur pidana kasus dihadapan otoritas kehakiman.

Sementara itu Ukraina meminta agar pelaku dan penyebab jatuhnya pesawat komersil ini dapat segera terjawab dan diadili. Situasi seperti ini sangat tidak bisa diterima oleh siapapun, mengingat orang yang menjadi korban merupakan orang yang tidak ada hubungan sama sekali dengan konflik yang terjadi di wilayah negara tersebut.

Menteri Transportasi Mohammad Eslami mengatakan draf laporan kecelakaan akan segera dipublikasikan kepada seluruh media dalam jangka waktu dekat.

Mayoritas korban merupakan warga negara Iran dan kanada, beberapa diantaranya merupakan berkewarga negaraan ganda.