Medan, Sihanouknewpost - Duta Besar Myanmar untuk PBB, dalam pidato resminya pada pertemuan PBB secara resmi menolak pemerintah Junta yang di pimpin oleh militer, dan mendesak negara-negara di dunia untuk menggunakan segala cara untuk membalikkan pemerintahan sah.

Televisi nasional di Myanmar mengumumkan pemecatan Kyaw Moe Tun sebagai Dubes untuk PBB karena telah menghianati negara.

Dalam pernyataan sikapnya Kyaw Moe tetap bersikukuh untuk tetap memutuskan melakukan perlawanan selama yang dia mampu.

Sementara pihak PBB menyatakan sikap menolak mengakui hasil pemecatan Junta Militer, PBB secara resmi tidak mengakui pemerintahan yang dipimpin oleh Junta Militer, serta belum menerima dan berkomunikasi atas perubahan representasi Myanmar.

Utusan khusus sekertaris Jendral Persatuan Bangsa Bangsa, Christine Schraner Burgener sebelumnya juga telah menyatakan sikap atas kudeta Myanmar, agar menyatukan pendapat dan memperingatkan 193 anggota Majelis Umum PBB untuk serentak tidak ada negara satupun yang boleh mengakui ataupun meletigmasi Junta Mynamar.

Jika Junta Myanmar yang dipimpin Min Aung HIaing tetap bersikukuh untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan memasukkan utusan baru PBB, hal itu tentu akan memicu perpecahan badan dunia yang dapat berujung dengan voting suara Majelis Umum.