Medan, Sihanouknewpost - Warga Masyarakat dan Demonstran Mahasiswa di Universitas terbesar di Yangon mulai turun kejalan dan meneriakkan dukungan kepada pemimpin sipil yang di tahan, Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Win Myint dan mengenakan pita merah tanha penolakan mereka terhadap aksi kudeta pihak militer.
Suu Kyi telah di tahan sejak tanggal 1 februari lalu, ia diduga berada dalam tahanan rumah kata NLD kepada berita press.
Ratusan Dosen dan mahasiswa berkumpul di luar Universitas Dagon dengan simbol 3 jari yang banyak dilakukan para pengunjuk rasa yang menentang aksi militer.
"Kita tidak akan memberikan izin kepada militer untuk kembali ke jaman diktator" Ucap seorang mahasiswa.
Para Mahasiswa di UnIversitas Dagon membunyikan yel-yel "Hidup Ibu Suu", Demonstrasi hampir terjadi di seluruh wilayah di Myanmar.
Warga di sejumlah kota melakukan protes pada malam hari depan rumahnya dengan memukul panci dan wajan serta menyanyikan lagu-lagu revolusi.
Petugas kesehatan di sejumlah wilayah dan kota-kota besar juga melakukan protes-protes kecil dan mogok kerja. Sedangkan para tokoh aktivis mengajak aparat sipil negara menolak untuk bekerja di pemerintahan baru yang dipimpin militer.
Saat ini militer Myanmar memberlakukan status Darurat untuk satu tahun kedepan dan pemimpin dipegang oleh Jendral Militer Min aung HIaing.
Kendali yang di pegang militer sangat kuat, lebih dari 100 anggota parlemen ditahan oleh militer di seluruh wilayah di Myanmar.
Militer mengambil alih kekuasaan dengan dalih adanya kecurangan pada hasil pemilihan umum yang memenangkan Presiden terpilih.

0 Komentar