Medan, Sihanouknewpost - Pemberontak Houthi, Yaman menculik dan memaksa sekiranya sekitar 10 ribu anak-anak sejak 2014 untuk dijadikan tentara. Berita tersebut dilaporkan langsung oleh laporan yang di keluarkan Euro - Mediterranean Human right Monitor.

Laporan tersebut mengatakan kelompok pemberontak yang didukung pasukan milisi Iran menggunakan sekolah dan fasilitas pendidikan untuk memikat dan mencuci pikiran anak-anak agar masuk ke dalam barisan mereka.

Menurut laporan, pasukan pemberontak mendorong anak-anak tersebut untuk melakukan kekerasan dan mengajarkan ideologi teroris melalui ceramah khusus dan menyebarkan paham-paham ekstremis dan memotivasi anak-anak agar sukarela bergabung dengan pasukan Houthi.

Laporan tersebut di terbitkan berdekatan dengan Hari Internasional menentang penggunaan tentara, secara khusus menggunakan anak-anak sebagai alat untuk bertindak kejahatan seta memberikan ide-ide ektremis yang isinya ujaran kebencian, dan kekerasan.

Praktik ini telah dilakukan kelompok Houthi yang menguasai ibu kota Yaman Sana'a dan sebagian besar Yaman utara telah meningkat pesat sejak 2018. 

Houthi menggunakan pola perekrutan secara paksa terhadap anak-anak dan menempatkan di daerah konfilk dibawah kendalinya. Data yang berhasil di rangkum mengatakan 111 anak-anak dibawah umur yang tewas dalam pertempuran dalam waktu singkat antara bulan juli dan agustus.

Houthi mengancam para keluarga yang memiliki anak-anak di desa-desa, kemudian menyiksa orangtuanya, dan dalam beberapa kasus kelompok Houthi merekrut anak-anak dari keluarga miskin dengan imbalan uang 150$ Per bulan. Kemudian mereka di krim ke medan perang untuk turut aktif berperang dan berkontak langsung ataupun hanya sekedar meletakkan ranjau dan membawa bom bunuh diri.

Salah satu anak yang berhasil melarikan diri dan diselamatkan oleh militer mengatakan tugas yang diberikan kepadanya yakni memuat senjata dan mengangkut logistik makanan ke daerah yang tinggih dan terjal. Hal itu tentu sangat sulit dan melelahkan untuk nya, terkadang dia dipukuli oleh kesalahan-kesalahan kecil.  Mereka sangat merindukan kehidupan bersama ayah dan ibunya yang dia sendiri tidak tau bagai mana nasib mereka.