Medan, Sihanouknewpost - Indonesia kembali menjadi sasaran pembincangan dunia setelah langkah  yang diambil menteri luar negeri Indonesia.

Ketegangan di Myanmar semakin bergejolak setelah pasukan militer menahan pemerintah terpilih Aung San suu Kyi beserta pejabat yang bertugas di pemerintahan tersebut.

Konfil antar warga semakin tarterkendali setelah ratusan ribu pendemo menggelar aksi penolakan terhadap Junta Militer yang berkuasa saat ini.

Militer Myanmar yang tidak dapat mengantisipasi akhirnya menembakkan ke pengunjuk rasa. Tak sedikit negara yang memberikan respon terhadap langkah kudeta militer Myanmar tersebut. Negara Eropa dan Amerika Serikat memberikan sanksi terhadap pemerintah militer Myanmar dan membekukan segala bantuan keuangan yang di berikan terhadap Myanmar.

Aliansi PBB juga turun tangan dalam kasus politik yang menyengsarakan demokrasi masyarakat Myanmar, disi lain Indonesia turut menanggapi terkait keadaan politik yang ada di Myanmar.

Indonesia sendiri mengambil langkah mendukung pemerintah junta untuk melakukan pemilihan langsung sesuai janji Junta Militer, hal ini disampai kan langsung oleh Menteri Luar Negeri Indonesia.

Hal tersebut disampaikan guna menghindari konflik bersenjata yang tak bisa terhendiri guna menahan kedua belak pihak agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Indonesia juga mengajak Kelompok ASEAN untuk berunding dalam hal ini.

Langkah yang diambil Menteri Luar Negeri Indonesia ini menuai kritik dari masyarakat Myanmar sendiri agar tidak ikut campur tentang kegiatan negara lain dan mengakui kedaulatan dan kepemimpinan pemerintah yang sebelumnya.

Senada dengan Media Asing Internasional juga mengangkat berita yang serupa, agar Indonesia tidak salah mengambil langkah, Kemerdekaan Myanmar merupakan hak Masyarakat dan tidak boleh di rebut oleh siapapun yang mengatas namakan keadilan/