Medan, Sihanouknewpost - Amerika Serikat mengajak negara di seluruh dunia untuk bersama menentang dan mendukung rakyat Myanmar. Menolak aksi kudeta di negara tersebut, Kudeta diwarnai aksi represif militer hingga berujung pada penembakan dan penangkapan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengungkapkan kerisauan atas berbagai aksi kekerasan militer mematikan oleh Junta Militer Myanmar. Karena itu Amerika mengajak berbagai elemen masyarakat dunia untuk menggaungkan protes hingga aksi dukungan secara global.
"Kami sangat terkejut dan sedih menyaksikan kekerasan mengerikan yang dilakukan oleh militer sendiri terhadap rakyatnya di burma di tengah aksi damai menyuarakan keinginan untuk memulihkan pemerintahan sipil yang sah dan terpilih secara demokrasi" Ucap Price juru bicara Departemen Luar Negeri AS.
" Kami mengajak semua negara untuk ikut berbicara dengan satu suara, mengutuk aksi kekerasan brutal militer burma, aksi diktator terhadap rakyatnya sendiri" Sambungnya.
Amerika Serikat sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap para pimpinan militer yang bertugas dan akan mempertimbangkan untuk menempuh tindakan lanjutan.
Amerika Serikat juga meminta China secara khusus untuk mengingatkan Myanmar atas aksi yang di perbuat Junta Militer adalah hal yang melanggar demokrasi, mengingat China sendiri adalah sekutu terdekat Myanmar dan China juga berpengaruh dengan Junta Militer, oleh sebab itu kami meminta China menggunakan pengaruhnya secara konstruktif ujar Price.
Amerika Serikat juga meminta membebaskan para jurnalis yang sedang meliput di tempat aksi penembakan, seharusnya mereka dilindungi oleh undang-undang kebebasan press, bukan malah di jebloskan kedalam penjara. Aksi Jurnalistik harusnya tidak boleh di intimidasi dan di halang-halangi.

0 Komentar