Demo Besar Kembali Terjadi di AS, Pria Kulit Hitam Di Tembak Mati
Medan, Sihanouknewpost -- Demo Besar-besaran kembali terjadi di Amerika, lebih tepanya di kota Philadelphia, setelah diketahui penyebabnya tidak lain tidak bukan oleh penembakan oleh polisi Amerika serikat pada pria kulit hitam yang menyebabkan kematian, diketahui nama pria tersebut adalah Walter Wallace berusia 27 tahun dan langsung memicu gelombang protes sejak senin hingga selasa waktu setempat.
Dilansi dari media lokal, dua petugas kepolisian menembak wallace sekitar pukul 16.00 sore waktu setempat setelah dia menolak menjatuhkan pisau yang ada di genggamannya. Menurut Associated Press, Polisi memintanya menjatuhkan pisau tersebut karena pria tersebut mengarahkan kepada polisi tersebut.
Juru Bicara Kepolisian, mengatakan Wallace sempat mencoba melawan petugas yang menindaknya dan mencoba menjatuhkannya ketanah, namun Wallace melawan sehingga Polisi tersebut kemudian menembaknya beberapa kali dibagian bahu dan dada Walace,
Kemudian Petugas membawa Wallace kedalam mobil polisi dan membawanya ke rumah sakit terdekat, namun Wallace dinyatakan meninggal beberapa saat kemudian.
"Kejadian seperti ini seakan-akan terus berulang, kapan kejadian seperti ini akan berhenti di amerika" ucap salah satu pengacara hak sipil.
"Berapa banyak lagi orang kulit hitam yang harus dibunuh karena kebrutalan polisi, rasisme, kebencian berlebihan, bias,sistematis, dan ketidak pedulian antar sesama yang di sengaja?" ucapnya.
Di Negara Maju seperti Amerika serikat isu rasisme sangat menjadi sosok yang sangat mencoreng, dimana tindakan kepolisian yang seperti membeda-bedakan tindakan menurut dari warna kulit seseorang.

0 Komentar