Perdana Menteri Abaikan Masa Pendemo


Medan, Sihanoukvilenewpost -- Prauth Chan-Ocha Perdana Menteri Thailand menolah seruan dari partai oposisi agar dia mengundurkan diri dari jabatanya sebagai Perdana Menteri. Rapat parlemen telah dilakukan untuk berdiskusi setelah unjuk rasa menuntut agar Prayuth hengkang dan melakukan reformasi kerajaan Thailand.

"Saya tidak akan lari dari masalah, dan tidak akan mengundurkan diri saat negara bermasalah" sebut Prayuth dihadapan anggota parlemen Thailand.

Thailand diguncang unjuk rasa yang dilakukan puluhan ribu orang sejak pertengahan juli 2020, yang salah satu isi tuntutannya adalah adanya reformasi kerajaan. Ini menjadi tantangan terbesar selama bertahun-tahun bagi negeri tersebut. Yang menegakkan keadilan selalu di dominasi dengan orang terdekat kerajaan.

Pihak Kerajaan Raja Maha Vajralongkorn belum ada berkomentar sejak demo besar ini dimulai, dimana mengkritisi kerajaan adalah hal tabu dan dilarang di thailand.

Anggota Parlemen dari kubu oposisi mengatakan kepada Prayuth agar tidak bersembunyi dibalik proklamasi kesetiaan pada kerajaan dan mengundurkan diri saja. Para pengkritik Prayuth menuduh mantan militer thailand tersebut telah merekayasa hasil pemilu agar tetap berkuasa. Namun Prayuth membantah dan bersikeras pemilu tersebut adil.

Beberapa tokoh politik masuk dalam daftar puluhan orang yang di tahan berkaitan tentang tuntutannya terhadap reformasi tersebut, Sehingga memicu unjuk rasa yang semakin besar dan dukungan para loyalis semakin berkurang dibandingkan anti pemerintahan Thailand