Pelaku Teror Kembali Beraksi Di Prancis
Medan, Sihanouknewpost - Aksi teror kembali terjadi di Prancis. Serangan teror itu menyasar sebuah Gereja Notre Dame Basilica Nice, Prancis.
Dalam pernyataan resmi pada kamis malam menegaskan bahwa pelaku teror sebenarnya tidak termasuk ke daftar nama orang yang berpotensi ancaman menurut radar badan intelejen Prancis.
Diketahui pelaku adalah seorang Pria Tunisia berusia 21 tahun yang baru saja tiba di Prancis pada oktober lalu. Sebelumnya diketahui ia datang ke eropa bersamaan dengan kapal migran melalui pulau Lampedusa, Italia yang mengaku bernama Brahim Aouissaoi.
Setelah Pria tersebut datang di eropa, dia dan bersama rombongan migram lainnya dikarantina sesuai dengan protokol kesehatan di negara tersebut.
Penyerangan terjadi sekitar pukul 08.29 waktu prancis, dengan membawa 3 buah pisau saat akan melakukan aksi terornya. Sesampainya di dalam gereja pelaku tersebut menyayat tenggorokan seoran wanita berumur 60 tahun dan membuat ia meninggal akibat kehabisan darah di dalam gereja.
Kemudian seorang pria berumur 55 tahun yang merupakan seorang pegawai di gereja tersebut turut menjadi korban dalam aksinya tersebut, jasad nya ditemukan dengan kondisi mengenaskan sama seperti korban sebelumnya.
korban ketiga merupakan seorang wanita berumur 44 tahun terkena luka tusukan pisau di bagian perut dan pinggang dan sempat mencari pertolongan di sekitaran gereja namun nyawanya tidak tertolong akibat banyaknya luka tusukan tersebut.
Kemudian Polisi langsung melakukan pencarian dan menangkap tersangka, dengan beberapa tembakan dan kemudian dilarikan ke rumah sakit.
Penyerangan demi penyerangan terjadi di Prancis diketahui akibat buntut dari ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang tak melarang Penerbitan komik Charlie Hebdo atau Kartun Nabi.
Menteri Dalam Negeri Prancis menyerukan warganya menghindari daerah pusat kota dan mengadakan pertemuan darurat di Paris.


0 Komentar