Medan, Sihanouknewpost - Seorang anggota agen Badan Intelejen Amerika (CIA) telah dilaporkan meninggal dalam sebuah misi operasi mata-mata di negara bagian Afrika Timur Somalia.
Menurut dari beberapa sumber yang bisa di percaya, Agen tersebut adalah mantan pasukan khusus militer Angkatan Laut Navy Seal. disebutkan dia mendapat kontak senjata dalam yang di mata-matai tersebut.
Saat dimintai keterangan prihal tersebut, Pihak CIA menolak memberikan komentar terkait perihal tersebut kepada Surat kabar Sihanouknewpost.
Agen Central Intelligence Agency Amerika (CIA) memang kerap dikirim dalam sebuah misi khusus memata-matai negara lain yang sedang bertikai dengan amerika ataupun negara yang membutuhkan bantuan dari Amerika.
Menurut kabar beredar Agen Intelegen tersebut ditugaskan untuk membantu Angkatan Militer Somalia dalam menghadapi dan memerangi kelompok Ekstrimis Teroris Al-Shabaab, ataupun hanya sekedar memberikan informasi dan pelatihan kepada militer pemerintah tersebut.
Untuk menjadi Agen CIA memang dibutuhkan pengalaman dan keberanian yang kuat, karena tidak jarang nyawa harus menjadi korbannya.
Pada bulan September lalu, seorang anggota Militer Amerika terluka saat kelompok Al-Shabaab menyerang, Kelompok Al-Shabaab sendiri didirikan sejak tahun 2006 dan berafiliasi dengan organisasi terlarang Al-Qaidah.
Tidak selang beberapa lama Kementerian Pertahanan Amerika Pentagon langsung memberikan sikap menyatakan akan terus menyatakan perang terhadap kelompok Al-Shabaab.
Kelompok Al-Shabaab dikenal sadis dan diperkirakan beranggotakan 5.000 sampai 10.000 ribu jumlahnya.
Kematian anggota CIA ini akan di kenang dan diabadikan sebagai bentuk penghormatan tertinggih melalui simbol bintang yang akan dipahat di Tembok kenangan yang berada di Markas CIA di Kota Langley, Virginia. Hingga saat ini ada sekitar 135 Bintang yang dipahat di tembok tersebut, yang artinya ada 135 orang agen CIA yang telah mati disaat menjalankan misi rahasia.

0 Komentar