Medan, Sihanouknewpost - Amerika Serikat kecewa terhadap sikap Negara Kamboja yang telah meratakan fasilitas militer yang telah mereka danai dan bangun di sana.
Hal ini merupakan sikap kamboja yang kali kedua setelah kurung dekade ini. Diketahui Pemerintahan Kamboja telah berpaling ke China untuk mempercayai pembangunan pangkalan angkatan laut tersebut.
Otoritas pemerintahan Kamboja membenarkan penghancuran fasilitas militer yang telah dibangun oleh dana dari AS tersebut, diketahui ini merupakan langkah politik Kamboja saat ini yang lebih condong kepada Negeri Tirai Bambu.
Belakangan ini kita ketahui bersama AS sendiri telah meluncurkan teguran lewat keduataan mereka, "Kami sangat merasa kecewa atas langkah militer kamboja yang telah menghancurkan fasilitas keamanan laut yang di danai oleh kami, tanpa pemberitahuan atau penjelasan yang jelas sebelumnya" Ungkap Juru bicara Kedubes AS di Kamboja Chad Roedemeler.
Pangkalan tersebut berada di teluk Thailand, dan lokasinya cukup strategis memberikan akses ke Laut China Selatan, yang wilayah ini sendiri di klaim oleh beijing. Laut China selatan adalah perairan rawan konflik setelah Beijing melakukan klaim hampir 90% wilayah perairan tersebut.
Klaim sepihak tersebut sangat bertentangan dan terkesan tumpang tindih dengan wilayah perairan dan zee sejumlah negara seperti, Vietnam, Malaysia, Brunei, Filipina, Malaysia.
Pihak Militer Kamboja sendiri melalui pemerintah mengatakan "Hal ini adalah hal biasa, kami melakukan sepenuhnya untuk Kamboja, bukan untuk melayani siapapun, kami berhak meminta siapapun yang ingin membantu kamboja demi kemajuan negara kami"
Perdana Menteri Hun Sen mengatakan bahwa pangkalah Militer Asing tidak dibenarkan dalam wilayah Negara Kamboja . Hal ini senada dengan langkah Kamboja yang semakin menjauh dari AS setelah kritik pedas terhadap pelanggaran HAM yang terjadi di Kamboja.

0 Komentar