Medan, Sihanouknewpost - Saat ditanya oleh media setempat Presiden Iran berharap banyak dari pemerintahan Presiden baru Amerika Serikat untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuat pemerintah sebelumnya kepada Iran.

"Kebijakan-kebijakan Donald Trump cenderung mendapat perlawanan dari warganya sendiri dan membahayakan keselamatan setiap warganya di manapun berada. Melihat kesempatan baru ini, pihak pemerintah diharapkan dapat memperbaiki komunikasi dan interaksi yang konstruktif" Sebut Hassan Rouhani.

Sebagaimana diketahui, hubungan diplomatik Iran dan Amerika sudah lama berada dititik buruk, dan puncaknya adalah di masa kepemimpinan Donald Trump sendiri, hubungan keduanya semakin diperparah dipicu masalah kesepakatan nuklir.

Pada tahun 2007, Negara-negara anggota PBB mempermasalahkan pengayaan nuklir iran,  yang pada tahun 2003 sendiri sudah di berhentikan pengayaan uranium, namun dilanjutkan kembali.

pada 2015, negara-negara tetap PBB sepakat untuk mengurangi program nuklir mereka, dan Iran juga setuju untuk diperiksa oleh inspektur secara berkala dalam pengayaan nuklir mereka. dan meminta sanksi perdagangan senjata Iran diangkat lima tahun setelah kesepakatan nuklir di tandatangan.

Namun ketika masa pemerintahan Donald Trump ia memutuskan untuk mengeluarkan Amerika dari kesepakatan nuklir Iran. Karena menurutnya kesepakatan tersebut terlalu menguntungkan bagi Iran, dan akhirnya memperpanjang sanksi perdagangan senjata untuk negara Iran.

Dimasa Pemerintahan Trump juga dikenal dengan kecerobohannya yakni dengan melakukan serangan rudal jarak jauh ke bandara baghdad, Irak dimana saat itu rombongan Soleimani berada dan menyebabkan Panglima Militer Iran tewas dalam serangan tersebut. 

Hingga akhirnya pihak Iran membalas dengan meluncurkan seranghan balasan kepangkalan militer AS di Taji sebelah utara Baghdad, ibukota Irak. Hal tersebut sangat membuktikan hubungan kedua negara tersebut sangat tidak stabil dan rentan menimbul kan pecahnya perang besar dikemudian hari.