Medan, Sihanouknewpost - Amerika Serikat dikabarkan telah mengirim rudal Presisi dan bom ke Filipina. Langkah ini merupakan sebagai upaya bantuan Amerika dalam membantu negara Filipina memerangi ISIS dan simpatisannya di sana. 

Amerika juga dikabarkan telah memperbaharui janji kepada pihak Filipina jika seandainya mendapat serangan di Laut China Selatan. Ini merupakan salah satu janji Presiden Donald Trump yang terealisasi. Donald Trump berjanji akan memberikan rudal senilai 18juta Dollar kepada Rodrigo Duterte pada Bulan lalu.

Robert O'Brien selaku Penasehat Keamanan Nasional Amerika langsung memberikan penyerahan rudal dan bom tersebut, dan memberikan sepatah dua kata kalimat yakni, Amerika dalam pemerintahan Donald Trump sukses mengalahkan ISIS dan memukur mundur para separatis teroris di timur tengah.

Trump di akhir-akhir masa jabatannya, sangat mendukung Duterte dalam memerangi kelompok ISIS di Asia Tenggara dan besar harapan perjanjian keamanan dan kesempatan melakukan latihan tempur berskala besar di Filipina guna meningkatkan Kualitas tempur Filipina menghadapi serangan dari Teroris dan serangan di Laut Cina sendiri.

O'Brien mengatakan juga, Amerika juga mendukung dan menghormati kedaulatan Filipina dalam melindungi hak nya sebagai negara berdaulat serta mengakui kedaulatan wilayah Filipina di Laut China Selatan.

"Itu adalah wilayah kedaulatan Filipina, Bukan hanya karena mereka negara yang mungkin lebih besar dari Filipina mereka dapat mengambil dan mengeksploitasi sumber daya alam orang Filipina , itu sangat salah," Ucap O'Brien.