Medan, Sihanouknewpost - Setelah begitu lamanya konflik berdarah di wilayah Tigray Utara Ethopia, Perdana Menteri Ethopia memberikan ultimatum waktu 72 njam untuk menyerah.

Dalam sebuah pernyataan yang di publikasikan di Twiiter hari minggu, mengatakan bahwa pasukan pemerintah telah masuk kedalam tahap ketiga dan terakhir dalam operasi militer mereka di daerah tersebut.

Dalam cuitannya mengatakan "Kami mendesak Anda untuk menyerah secara damai dalam 72 jam kedepan" Tambahkan nya kepada Anggota Partai penguasa setempat.

Pasukan Federal Ethiopia telah berperang dengan pemerintah regional Tigray, yang berbatasan dengan Eritrea dan sudan, sejak awal november.

Konfilk tersebut menyusul ketegangan atas keputusan sepihak Tigray untuk memilih pemerintah daerah yang dipercaya dan menolah pemerintahan Ethiopia.

Sejak itu telah terjadi "pemboman yang sering terjadi di ibu kota Tigray, Mekelle, termasuk di dekat sebuah gereja dan universitas," kata sumber kemanusiaan yang mengetahui situasi tersebu.

Ratusan telah tewas dan setidaknya 30.000 pengungsi telah melarikan diri ke Sudan yang berdekatan, menurut PBB.