Medan, Sihanouknewpost - Kelompok Teroris ISIS baru-baru ini mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di pemakaman non-muslim di Jeddah, Arab Saudi yang melukai 2 korban luka.

Pernyataan langsung kelompok ISIS melalui saluran Telegram mengatakan mereka telah memasang alat peledak di Pemakaman kota Jeddah kemarin.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Prancis mengonfirmasi terjadinya ledakan di pemakaman non-muslim di Jeddah saat upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia I dan dihadiri beberapa diplomat eropa.

Upacara tahunan ini untuk memperingatkan Bahwa Berakhirnya Perang Dunia I yang dihadiri oleh beberapa konsulat, termasuk konsulat Prancis. Pemerintah terkait akan mencari pelaku yang bertanggung jawab atas serangan yang terjadi.

Dalam Agen Intelegen Mengatakan akan melakukan penyelidikan atas rentetan teror yang terjadi di berbagai Negara saat ini. Kantor berita resmi saudi melaporkan, Gubernur Jeddah Pangeran Mishaal bin Majid Bin Abdulaziz Al Saud juga telah menjenguk korban terluka dari serangan teror tersebut.

Dalam pernyataan yang bersamaan, Kedutaan Besar, Prancis, Italia, Inggris, Yunani dan Amerika Serikat mengutuk serangan tersebut, dan mendukung penyelidikan yang dilakukan otoritas Arab Saudi.

Serangan teror ini merupakan insiden teror kedua dalam Tahun ini dimana sebelumnya penjaga di konsulat Prancis di Jeddah diserang dengan sebuah pisau. Arab Saudi telah meningkatkan keamanan terkait insiden yang terjadi di negaranya saat ini.