Medan, Sihanouknewpost - Aksi Demonstran anti pemerintah semakin berkembang di seluruh wilayah Thailand dan seruan untuk reformasi monarki tumbuh, sebelumnya di negara Thailand sangat melarang keras adanya kritik terhadap kerajaan dan ancamanya bisa dipenjara seumur hidup.
Sebelumnya Raja Thailand Maha Raja Vajiralongkorn dan Ratu Suthida menyapa pendukung masa yang pro monarki berkumpul di depan istana kerajaan dalam rangka memperingati 4 tahun meninggalnya Raja Bhumibol Adulyadej.
Raja Maha Vajiralongkorn mengatakan kepada seluruh pendukungnya bahwa negaranya sebagai "Tanah Kompromi" memungkin kan untuk segalanya harus ada diskusi antar masa yang kontra dengan pemerintahan saat ini.
Raja Thailand membuat komentar publik pertama nya setelah terakhir 1979, lebih dari empat bulan negara ini tercengkram oleh pendemo yang menginginkan reformasi dan menuntu Perdana Menterinya untuk mundur.
Saat ditanya apa yang ingin disampaikan kepada pendemo yang menyerukan reformasi, Raja Vajiralongkorn Mengakatakan kepada Sihanouknewpost "No Comment For That" dan menambahkan, " kami sangat mencintai mereka semua, dan mereka semua saama kami cinta" kalimat tersebut sampai berulang-ulang.
Saat ditanya tentang apakah akan ada ruang untuk berdiskusi dengan pengunjuk rasa yang menuntuk reformasi segera dilakukan, Raja Vajiralongkorn mengatakan " Thiland adalah tanah kompromi, dan akan selalu bebas untuk berdiskusi"
Ini adalah pertama kalinya raja berusia 68 tahun itu berbicara dengan media asing sejak 1979 ketika dia menjadi Putra Mahkota. Dalam gerakan yang terjadi diluar istana, Angota Pers Media Internasional diundang duduk diantara kerumunan pendukung loyalis yang menunggu kedatangan raja.
Seperti diketahui Biasanya hanya Tim berita kerajaan yang hanya diperbolehkan meliput acara kerajaan tahunan semacam ini, terutama di Grand Palace, menandakan bahwa Raja kemungkinan ingin meningkatkan citranya secara internasional karena gerakan protes yang meluas dan menimbulkan tantangan langsung terhadap kepemerintahannya.
Istana tak pernah sekalipun memberikan komentar resmi terkait protes dari masa pendemo yang meminta Perdana Menteri Prayuth Chan-Ocha mundur dari kursi, istana juga tak pernah mengeluarkan komentar seruan pembatasan kekuasaan raja yang di suarakan oleh para aktivis.
Protes sebelumnya turut menarik puluhan ribu orang bergabung turun memenuhi jalanan dan mendatangi konsulat jendral jerman dan meminta melakukan investigasi ke Raja.
Salah satu point pendemo sendiri adalah protes masa pendemo ke raja terkait reformasi kekuasaan raja yang tak terbatas dan meminta mencabut hukum Lese-Majeste yang isinya memenjarakan orang-orang yang melakukan kritik terhadap raja atau berniat menggulingkan kerajaan.

0 Komentar