Medan, Sihanouknewpost - Badan terkait telah mengevakuasi hampir satu juta penduduk di bagian selatan pulau utama Luzon di Filipina saat badai kategori 5 - yang terkuat di dunia tahun ini - menghantam pada hari Minggu.
Topan Goni, dengan kecepatan angin dan embusan angin berkecepatan 215 kilometer per jam (133 mil) hingga 265 kilometer per jam (164 kilometer per jam), akan membawa angin kencang dan hujan lebat, kata petugas cuaca dan bencana.
Topan ini merupakan salah satu terkuat yang pernah melanda filipina sejak Topan Haiyan, yang menewaskan kurang lebih 6.300 orang tewas, dan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggalnya.
"Kami sangat kesulitan menghadapi virus pandemi Covid-19 dan kemudian datang bencana lain seperti ini" ucap Senator Christopher Go.
Diketahui Filipina merupakan negara tertinggih kedua di Asia Tenggara, setelah indonesia dengan 380.729 jumlah kasus dan kematian 7.221 kematian karena kasus korona.
Topan Molave pekan lalu juga menewaskan 22 orang, sebagian korban tenggelam di provinsi selatan manila, yang juga berada di jalur Topan Goni.
Pulau utama Luzun merupakan lokasi paling terdampak bencana ini, barang bantuan seperti obat-obatan dan pengungsian darurat telah dipersiapkan oleh pemerintah setempat, mesin berat dan alat pelindung diri sudah di tempatkan di daerah-daerah utama.
Sampai dengan saat ini Pemerintah membatalkan seluruh operasi pelabuhan dan melarang nelayan untuk berlayar. Seluruh Penerbangan dari dan ke luar ditutup ditutup sementara.
Topan Goni, bergerak ke arah barat dengan kecepatan 25 kilometer per jam (15,5 mph) dari Samudra Pasifik, akan membawa hujan deras di atas ibu kota dan 21 provinsi yang berdekatan pada Minggu pagi, serta ancaman banjir dan tanah longsor.

0 Komentar