Medan, Sihanouknewpost - Pemerintah Amerika akan kembali mengurangi jumlah pasukannya di afganistan dan irak. Penarikan ini diumumkan secara langsung oleh Pentagon setelah Presiden Donald Trump berjanji akan mengakhiri konflik di luar negeri.
Menteri Pertahanan Amerika yang baru Chris Miller mengatakan kepada pers akan menarik sekitar 2000 pasukan dari afganistan pada 15 januari 2021 dan 500 lainnya dari Iraq.
Diketahui pasukan Amerika yang berada disana mendapat tugas untuk menumpas ekstremis islam dan untuk memantu mitra lokal dan sekutu memimpin pertumpuran setelah serangan Al Qaeda yang menyerang Amerika.
"Kami akan menarik seluruh pasukan kami dan membawa kembali pria dan wanita kami ke rumah"
"Kami akan melindungi anak-anak kami dari beban korban perang abadi, dan akan selalu menghormati pengorbanan yang terjadi saat pelayanan perdamaian di Afganistan, Irak, dan seluruh dunia" Ucap Chris Miller..
Penarikan pasukan ini di umumkan langsung setelah Trump Memecat Menteri Pertahanan yang lama Mark Esper. Sejauh ini pasukan telah dipangkas sebanyak 13.000 orang pada tahuin 2020 dan akan dipangkas kembali setelah perjanjian damai antara Amerika dan Taliban terjadi. Kedua belah pihak telah setuju bernegosiasi damai dan pemerintah Amerika akan menarik diri dari Afganistas seutuhnya pada Mei 2021.
Namun hingga pergantian Menteri Pertahanan yang baru, serangan taliban tetap berlangsung dan Taliban tidak memenuhi janjinya untuk mengurangi serangan terhadap pasukan pemerintah Afganistan. Hal tersebut sangan membahayakan pemerintah Afganistan sendiri.
"Dikawatirkan Afganistan berisiko akan menjadi salah satu negara dengan caps sebagai sarang teroris internasional untuk merencanakan dan mengatur serangan kepada beberapa negara luar lainnya" Ucap Stoltenberg Kepala NATO.

0 Komentar