Medan, Sihanouknewpost - Di penghujung kepemerintahan Donald Trump hingga berganti dengan Joe Biden, Amerika terus menjadi penengah untuk melobi negara-negara muslim agar mau berdamai dengan Israel. Hal itu diutarakan anggota kabinet pemerintah Israel

Diplomasi damai itu terus diupayahkan hingga kesepakatan antara kedua negara dapat di normalisasikan dan terjalin kesepakatan damai antar kedua belah pihak.

Salah-satu anggota tersebut menolak memberitahu negara mana saja yang masuk kedalam tujuan perdamaian tersebut, akan tetapi salah satunya berada di Teluk, namun bukan Arab Saudi, ada beberapa negara muslim yang tidak kecil.

Indonesia sendiri sejauh ini dengan tegas berkomitmen akan berdamai dengan Israel jika Palestina Merdeka, Negara serumpun melayu dengan Indonesia seperti Malaysia juga mengambil sikap serupa. Adapun Bangladesh di wakili oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri memastikan negaranya saat ini tidak tertarik normalisasi hubungan perdamaian dengan Israel. 

Normalisasi hubungan antara negara muslim non-arab diyakini akan menjadi nilai plus dan semakin memperkuat posisi PM Benjamin Netanyahu jelang pemilu yang akan datang.

Sementara itu Normalisasi Maroko berjalan lancar, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat memastikan bakal membuka kantor Konsulat Kedutaan di Sahara Barat, keputusan tersebut menandakan pengakuan secara resmi terhadap klaim kedaulatan Maroko.

Pengakuan Amerika atas Klaim Maroko diumumkan langsung oleh Presiden sebelumnya Donald Trump Pada 10 Desember silam, sebagai bagian dari kesepakatan normalisasi hubungan diplomasi antar Maroko dan Israel.