Medan, Sihanouknewpost - Perayaan Misa Natal 25 Desember 2020, Paus Fransiskus memimpin acara Misa Natal dalam kesederhanaan dan dalam protokol kesehatan penuh untuk menghindari virus corona.

Didalam Homilinya, Paus mengatakan orang Kristiani harus merasa memiliki kewajiban untuk membantu kaum miskin yang membutuhkan karena Yesus sendiri terlahir di kandang domba, jauh dari tempat yang layak, lahir sebagai orang miskin.

"Hari Natal ini harusnya menjadi renungan setiap orang atas banyak saudara-saudara kita yang tidak mendapatkan hak-hak yang selayaknya, sedangkan kita hanya bersenang-senang dan mendapatkan fasilitas yang memadai"

Misa Natal Tahun 2021 sendiri diadakan di bagian belakang Gereja Basilika Santo Petrus dengan kurang dari 100 jemaat dan hanya sejumlah kecil kardinal dan uskup. Sebelum adanya kasus Covid-19 Misa Natal  diadakan di bagian utama Basilika dan dihadiri sekitar 10.000 orang lebih, termasuk beberapa diplomatik yang mewakili 200 negara sahabat.

Dalam Homilinya Paus Fransiskus juga mengatakan "Anak Allah sendiri lahir sebagai orang yang terbuang, dan setiap orang yang terbuang adalah anak Allah".

Vatikan Sendiri saat ini berada dalam lockdown nasional, hampir sebagian besar toko non-esensial, kantor akan ditutup dari tanggal 24-27 Desember, 31-3 Januari. Pada hari tersebut orang hanya diperbolehkan melakukan pekerjaan hanya untuk kesehatan atau dengan alasan darurat.

Pembatasan tersebut membuat orang atau turis tidak bisa masuk dan datang ke lapangan Santo Petrus atau Basilika. Semua acara kegerejaan akan di lakukan di dalam ruang tertutupm dengan publik ya dibatasi, dan juga di siarkan di semua media dan televisi.