Medan, Sihanouknewpost - Otoritas Imigrasi Filipina telah merangan semua penerbangan asal Inggris. Hal tersebut diucapkan juru bicara Duterte.
Semua penerbangan dari dan dalam menuju Inggris di tangguhkan hingga 31 Desember Ucap Harry Roque dalam sebuah pernyataan.
Beberapa negara di eropa juga telah melakukan keputusan untuk menutup penerbangan menuju Inggris, mengingat tujuan dan maksud beberapa negara untuk memerangi kasus Covid yang semakin meningkat.
Kasus Covid di inggris sediri semakin membesar semakin harinya, dan kemunculan mutasi covid-19 yang di duga lebih berbahaya dan cepat menular setelah bermutasi dari kasus covid sebelumnya.
Perdana Menteri Inggris mengatakan hasil penelitian awal bahwa varian jenis covid baru ini 70 persen lebih mudah menular dibandingkan covid sebelumnya.
Sebagai data informasi pasien Covid-19 di inggris semakin bertambah banyak 35.928, hampir dua kali lipat orang yang terpapar virus covid 19 dari sebelumnya, dan sebanyak 326 orang meninggal dunia hanya dalam 28 hari setelah terinfeksi covid-19.
Menteri Kesehatan Inggris memperingatkan dunia bahwa Covid-19 itu lebih berbahaya 70% lebih mudah menular, dan berada diluar nalar. Kasus terbanyak berada di tenggara Inggris.
Dalam sebuah himbauan, WHO mengatakan bahwa mutasi virus covid yang ada di inggris belum tentu lebih agresih atau mematikan, namun sudah bisa dipastikan penyebarannya lebih cepat dari virus-virus yang ada sebelumnya.
WHO mengingatkan untuk tetap tenang dan melarang berpergian menuju Inggris jika tidak ada tujuan genting.

0 Komentar