Medan, Sihanouknewpost - Kapal Selam Nuklir milik Angkatan Militer Laut Amerika, USS Georgia, transit di dekat Selat Hormuz dan didampingi dua kapal perang pendamping.
Kapal Selam tersebut dipersenjatai rudal jelajah Tomahawk, kapal selam ini berkekuatan nuklir dan menjadi kendaraan laut yang menggabungkan tiga sistem persenjataan canggih, penyamaran dan operasi itelejen.
Diketahui maksud dari kedatangan kapal selam milik Amerika ini adalah untuk menggertak Iran setelah rentetan serangan sebelumnya yang dilakukan militer Iran kepada Amerika.
Penampakan Kapal Selam milik Amerika ini membuat decak kagum masyarakat luas, karena pergerakan dari kapal selam itu sendiri sangat jarang terlihat.
Ketegangan antara Amerika dan Iran kembali memanas, sesaat tuduhan Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menuduh Militer Iran bertanggung jawab atas serangan roket yang di tembakan tempo lalu di komplek Kedutaan Besar Amerika di Baghdad, Irak.
Penasehat Militer Amerika serikat menduga akan ada serangan balasan di momen peringatan setahun pembunuhan Jendral tertinggih Qasem Solemani untuk menyerang objek vital Amerika.
Angkatan Laut Amerika selama ini sangat jarang mempublikasikan keberadaan dan penampakan kapal selamnya, akan tetapi penampakan kapal selam nuklir tersebut sangat menunjukkan kemapuan besar Militer Laut Amerika dengan membawa hinggal 154 rudal jelajah Tomahawk.
Penyerangan di komplek Kedutaan Besar Amerika pekan lalu menyebabkan bangunan runtuh banyak mobil mengalami kerusakan total namun tidak sampai menyebabkan korban jiwa.
Amerika sendiri sangat mengutuk keras serangan yang dilakukan oleh milisi yang didukung oleh Militer Iran di Baghdad.

0 Komentar