Medan, Sihanouknewpost - Sekitar 25.000 Tentara Garda Nasional yang telah didatangkan ke Washington DC diperiksa oleh pasukan FBI. Langkah ini dilakukan dipicu kekawatiran pejabat pertahanan Amerika dengan isu akan Kudeta atau serangan orang didalam kubu militer yang dilibatkan dalam pengamanan pelantikan.
Upaya Pasukan FBI ini mencerminkan situasi genting yang mencengkam di Amerika, setelah pemberontakan yang terjadi di Gedung Amerika oleh para perusuh pro - Presiden Donald Trump. Hal ini menjelaskan bahwa para petugas keamanan yang ditugaskan menjaga tamu Presiden atau tamu VIP yang lain dapat menjadi ancaman sendiri bagi para pengunjung.
Pejabat Angkatan Darat Ryan Mc Carthy menyadari potensi besar ancaman ini perlu diperingatkan kepada para komandan lapangan untuk mewaspadai potensi-potensi yang ada apapun barisan petugas tersebut saat di tempatkan, walau bukti akan hal ini belum didapatkan.
Para pimpinan Militer mendapatkan pelatihan militer selama tiga jam yang melelahkan untuk menghadapi persiapan pelantikan Presiden terpilih Joe Biden. Pasukan Garda Nasional mendapatkan pelatihan terkait cara mengidentifikasi potensi ancaman orang dalam.
Sekitar 25.000 Tentara Garda Nasional didatangkan ke Wasington DC, yakni hampir tiga kali lipat jumlah dari total pelantikan presiden sebelumnya.
Tugas-tugas yang mereka emban yakni pengamanan pada saat sebelum dan sesaat pelantikan diadakan, dan meninjau layanan yang digunakan koneksi dengan ekstremis.
Dalam hal ini FBI digunakan untuk mengamati atau menjaga apakah orang-orang yang telah menjadi daftar nama yang menghawatirkan menghadiri upacara pelantikan muncul. Hal ini terkait keterlibatan terorisme.
Keterlibatan ancama orang dalam menjadi perioritas penegak hukum di Amerika, namun di beberapa kasus hal ini timbul oleh pemberontak lokal yang telah di radikalisasi oleh kelompok ekstremis, Al-Qaeda, Kelompok ISIS, atau lainnya.
Namun di kasus ini berbeda dengan kasus yang ada, ancaman bisa terjadi oleh para pendukung Presiden Donald Trump, Militer sayap kanan, Supremasi kulit putih, kelompok radikal bersenjata.
Ancaman orang dalam menjadi salah satu ancaman terbesar keamanan yang telah di suarakan oleh para pejabat militer setempat, Secret Service bertanggung jawab penuh atas keamanan acara.
Disamping itu, Gerai persenjataan di Amerika mulai kewalahan menerima permintaan yang semakin hari semakin melonjak terkait untuk mempersenjatai diri sendiri ataupun untuk alasan yang lainnya.
Memiliki senjata api merupakan hal yang bebas di Amerika, hal ini juga merupakan yang patut diwaspadai oleh pasukan keamanan terkait demonstran yang mempersenjatai dirinya.

0 Komentar