Medan, Sihanouknewpost - Pemeriksaan berlapis yang dilakukan oleh Biro Investigasi Federal Amerika (FBI) terhadap personel militer Garda Pertahanan mendapatkan dua orang di bebastugaskan untuk mengawal prosesi pengawalan pelantikan Presiden terpilih Joe Biden. Keduanya didapatkan punya hubungan dengan beberapa kelompok ekstrimis yang patut dikawatirkan bakal menggangu jalannya pelantikan pada hari ini.

Pejabat Kementerian Pertahan, Pentagon membenarkan terkait kabar tersebut namun tidak menjelaskan data-data pribadi personel militer yang dipulangkan tersebut, dan tidak mau memberikan komentar terkait kelompok ekstrimis yang menjadi penyebab utama tersebut.

Menteri Pertahanan Christopher Miller menyatakan bahwa tidak ada satupun hal temuan intelejen yang mengarah terhadap isu keberadaan penyusup dalam pelantikan Joe Biden, namun tidak menutup kemungkinan situasi bisa berubah dengan cepat.

Pada Event besar kali ini Kementerian Pertahanan tidak main-main menyeleksi personel yang ditugaskan berjaga di sektiaran Washington DC. Dalam hal ini sekitar 25.000 personel dilibatkan menjaga pelantikan, dan personel tersebut di periksa oleh agen FBI guna menjaga adanya penyusup kelompok ekstrimis yang dapat menggangu jalannya pelantikan/

Penjagaan berlapis di berikan dan Agent FBI menjamin keamanan negara terjaga, pemeriksaan dilakukan setelah ada temuan FBI terhadap kerusuhan yang terjadi di US Capitol yakni keterlibatan personil militer didalam kerushan tersebut, namun tidak bisa memastikan apakah ada penyusup ataupun provokator yang memicu kerusuhan pecah.

Sejauh ini figur-figur militer aktif belum ditemukan dalam keterlibatan kerusuhan, namun personil cadangan militer sudah banyak ditemukan.