Medan, Sihanouknewpost - Kurang lebih 100 orang menjadi korban tewas dalam serangan di dua desa di wilayah barat Nigeria. Perdana Menteri Nigeria Brigi Rafini mengutuk serangan ini, dan mengatakan salah satu kejadian yang mematikan sepanjang sejarah negara tersebut.
Rafini mengucapkan berita duka dan bela sungkawa kepada seluruh keluarga korban yang tewas dan disiarkan langsung oleh televisi nasional dari lokasi kejadian yang berbatasan langsung dengan Mali.
Dalam pernyataan tersebut, tidak di katakan siapa yang melakukan dan harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Sumber dari Keamanan Nigeria mengatakan setidaknya 70 warga sipil tak berdosa tewas terbunuh dalam sebuah serangan oleh kelompok radikal di dua desa itu, Tchombangou dan Zaraoumderey adalah kelompok yang diduga menjadi dalang dalam serangan tersebut.
Masyarakat Nigeria sangat menderita dan kacau balau akibat serangan brutal yang dilakukan militan yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan Islamic State (ISIS) di wilayah perbatasan Mali dan Burkina Faso. Kekerasan ini telah menjadikan krisis keamanan yang luar biasa di wilayah Afrika Barat
Pemerintah Prancis turut membantu menerjunkan pasukan keamanan PBB dan sumber daya ke sana menjadi geleng-geleng kepala, sebab kekerasan tidak hanya terjadi antar kelompok bersenjata radikal namun juga kelompok komunitas etnis di Nigeria yang bersaing memperebutkan sumber daya makanan yang telah disediakan.
Serangan terjadi persis pada diumumkannya hasil pemilu Nigeria pertama oleh Komisi Pemilihan Umum untuk mencari pengganti Presiden Nigeria Mahamadou Issoufou yang telah mengundurkan diri setelah hampir 10 tahun berkuasa.
Saat ini nigeria menjadi pusat Dewan Keamanan PBB, untuk memberantas kelompok radikal dan teroris yang sudah banyak memakan korban jiwa, dan sudah membuat kekacauan di saat masa saat ini, Masyarakat Nigeria berjuang untuk tetap hidup sehat dari virus corona yang semakin menyebar dan harus bersembunyi dari kelompok radikal yang meneror.

0 Komentar