Medan, Sihanouknewpost - Sebuah Drone bawah laut diduga milik China di temukan secara tidak sengaja oleh seorang nelayan di perairan sulawesi.

Drone bawah air tanpa awak di angkat oleh nelayan sekitar pada 20 Desember lalu, pakar keamanan mengatakan drone berteknologi canggih ini dikenal dengan teknik pengintaian tinggih.

Seorang pejabat pemerintah mengatakan penemuan drone bawah laut milik China ini harus di perhatikan maksud dan tujuannya berkaitan dengan rute maritim penting yang menghubungkan Laut China Selatan dengan Darwin Australia.

Menurut laporan media lokal Indonesia, drone yang di temukan memiliki diameter panjang 225 cm, dengan lebar sayap 50 cm dan antena 93 cm.

Setelah penemuan drone tersebut, langsung diberikan kepada pihak Kepolisian, namun telah diambil alih oleh pihak TNI dan dipindahkan langsung ke Pangkalan Angkatan Laut Makasar dan ditangani oleh bagian Intelegen.

Seorang analisis Keamanan mengklaim drone tersebut sangat mirip dengan UUV sea Wing milik China, dan jika analisa nya benar patut di pertanyakan mengapa drone tersebut bisa sampai jauh berada di perairan Indonesia.

Publikasi Kementerian Pertahanan mengatakan drone UUV digunakan untuk mengambil sampel penting oseanografi, suhu ari, kekeruhan air, salinitas, tingkat klorofil dan oksigen bawah air, kemungkinan data tersebut tidak lah terlalu penting dan sering digunakan oleh peneliti ilmiah. Namun data ini bisa menjadi sangat berbahaya dan berharga bagi perencanaan angkatan laut yang biasa nya mengharuskan mengetahui data tersebut guna mendukung per operasional Kapal Selam.