Medan, Sihanouknewpost - Indonesia kembali berduka, setelah pesawat berjening Boeing 737 dengan nomer penerbangan SJ 182 telah jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari.
Para pemimpin di dunia mulai mengucapkan turut berduka citanya atas insiden kecelakaan yang terjadi, tak hanya itu media asing juga banyak memuat berita terkait kecelakaan yang melibatkan pesawat komersil indonesia tersebut.
Salah satu media lokal asal Amerika Serikat, New York Time menyebutkan buruknya sektor penerbangan Indonesia dan kecelakaan yang terjadi setiap tahunnya. Dikatakan sistem penerbangan maskapai yang buruk di Indonesia, Khususnya maskapai berbiaya rendah yang sangat berkembang pesat hingga mencakup seluruh wilayah di nusantara namun di coreng oleh perawatan yang buruk dan sistem keselamatan yang dibawah standar Internasional.
Dengan Biaya perawatan yang sangat besar, maskapai memiliki keuangan rendah harus memangkas biaya sistem pemeliharaannya sehingga mengurangi standar keamanan yang telah di terapkan Internasional. Tidak heran setiap tahunnya kerap terjadi kecelakaan yang melibatkan pesawat komersial di Indoenesia.
New York Time juga mengatakan, selama bertahun-tahun maskapai penerbangan ternama Indonesia dilarang untuk melakukan penerbangan ke Amerika Serikat dan Eropa oleh regulator negara masing-masing.
Sriwijaya Air merupakan maskapai ternama dan menjadi terbesar ketiga di Indonesia mulai beroperasi sejak tahun 2003, sebelumnya belum pernah mengalami kecelakaan fatal.
Dua tahun lalu pesawat Lion Air juga pernah jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat dengan Nomer penerbangan JT 610 dengan menewaskan 189 penumpang beserta awak.
Pihak perusahaan Boeing Airplanes turut berduka cita, dalam sebuah twiiternya mengatakan "We are aware of media reports from Jakarta regarding Sriwijaya Air flight SJ-182. Our thoughts are with the crew, passengers, and their families. We are in contact with our airline costomer and stand ready to support them during this difficult time"
Analisis penerbangan indonesia mengatakan kecelakaan maskapai Sriwijaya ini dapat membahayakan maskapai itu sendiri untuk tetap bertahan hidup di masa pandemi ini, sehingga akan sangat merugi dan dapat mengakibatkan kebangkrutan.

0 Komentar