Medan, Sihanouknewpost - Presiden Myanmar, Win Mynt, Aung San Suu Kyi dan beberapa tokoh senior di Myanmar telah ditangkap oleh militer dini hari tadi.

Juru Bicara partai Liga Nasional untuk Demokrasi mengatakan sempat terjadi ketegangan antara pemerintah sipil dan pihak militer yang meningkat beberapa hari belakang. Sangat bisa berdampak pada kudeta, setelah tuduhan yang mengatakan adanya kecurangan yang terjadi saat pemilihan umum.

Juru Bicara Presiden Myu Nyunt mengatakan bahwa Suu Kyi dan para tokoh pimpinan lain yang telah di tahan mengatakan sangat tidak menutup kemungkinan dirinya juga akan di tahan kedepannya.

Militer juga dikabarkan juga mendatangi sejumlah pemimpin di beberapa wilayah dan menangkap mereka, hal ini menandakan bahwa militer telah menginvasi pemerintah yang berkuasa saat ini dan telah resmi melakukan kudeta yang sebelumnya mereka bantah.

sesaat penangkapan para petinggih pemerintah berlangsung seluruh siaran Tv dan jaringan internet di Myanmar terganggu dan langsung drop. Juru bicara militer tidak menjawab panggilan apapun terkait perihal tersebut. 

Komisi Pemilihan menyanggah tuduhan yang dikatakan oleh pihak militer tentang adanya kecurangan namun tidak mengelak tentang dugaan kejanggalan dalam daftar pemilih.

Setiap suara dihitung dilakukan secara transparan dan disaksikan oleh kandidat pemilu, media, pemantau, organisasi masyarakat, dan internasional. Tidak mungkin ada unsur penipuan didalamnya.

Setelah sebelumnya pihak militer mengeluarkan statemen akan mengikuti seluruh keputusan hukum sesuai konstitusi hukum yang berlaku.

Namun hari ini pada 1 Februari 2020 Myanmar secara resmi telah di kudeta oleh Militer, belum ada keterangan resmi terkait ini.