Medan, Sihanouknewpost - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Ibu Retno Marsudi mengeluarkan himbauan terkait dengan situasi kondisi politik di negara Myanmar yang semakin hari semakin tidak stabil.

Terkait dengan ditangkapnya Presiden Myanmar Win Myint dan tokoh penting Aung San Suu Kyi serta beberapa jajaran elit pemerintah pusat dan daerah. 

Kemenlu RI menghimbau kepada seluruh WNI yang sedang berada di Myanmar untuk tetap tenang, waspada, dan saling memantau perkembangan situasi serta mencegah aktifitas di luar ruangan serta di tempat keramaian.

Kedutaan Besar RI di Yangon juga mengeluarkan himbauan senada "KBRI Yangon telah berkomunikasi dengan komunitas masyarakat indonesia yang berada disana. sejauh ini Myanmar dalam keamanan aman dan belum nampak kontak di beberapa daerah" Rilis langsung Kemenlu RI dalam halamam situs resmi webnya.

KBRI juga telah memberikan nomer layanan hotline di Yangon di nomor + 95 9503 7055 atau email resmi surel consular @kbriyangon.org jika sangat membutuhkan bantuan darurat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Teuku faizasyah mengatakan saat ini pemerintah belum memutuskan untuk memulangkan WNI yang berada ataupun terjebak di Myanmar.

Pemerintah Indonesia akan terus memantau terus situasi perkembangan di Myanmar, Indonesia meminta pihak Myanmar mengedepankan komintemn hukum, prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional.