Medan, Sihanouknewpost - Pemerintah Suriah mengklaim telah menemukan seorang jenazah arkeolog yang terkenal yang dibunuh oleh Teroris ISIS pada 2015 yang lalu.

Diketahui Khaled al- Assad dibunuh dengan cara di penggal kepalanya setelah dia menolah memberitahu lokasi artefak berharga kuno Palmyra.

Media pemerintah Suriah melaporkan satu diantara tiga tubuh yang ditemukan di Kahloul, timur Palmyra kemungkinan merupakan tubuh Khaled Al- Assad.

Tes DNA akan dilakukan untuk memastikan lebih jauh identitas korban tersebut. Pembunuhan brutal itu merupakan rangkaian kekejaman yang di buat kelompok militan ISIS Selama dua priode menguasai situs warisan dunia Unesco.

Khaled Al- Assad telah mengabadikan diri lebih dari 50 tahun hidupnya untuk Palmyra, dan sangat dihormati sebagai kepala situs barang antik pada tahun 2003 tetapi dia terus melakukan penelitian hingga akhirnya wilayah tersebut dikuasai oleh ISIS.

Asaad kemudian di tangkap oleh ISIS dan dipaksa mengatakan lokasi artefak lainnya yang disembunyikan, namun ia tidak memberitahukan hingga akhrinya ia di bunuh dengan cara di penggal di sebuah lapangan di Tadmor bulan Agustus setelah menolak bekerja sama.

Tersebar videonya sedang diikat dengan plakat disamping nya yang menuduhnya sebagai direktur penyuembah berhala.

Direktur Jendral Unesco mengatakan ISIS telah membunuuh Asaad karena dia tidak akan mengkhianati komitmen yang tinggih pada Palmyra.