Medan, Sihanouknewpost - Jendral Militer Myanmar, Min Aung HIaing mulai menunjukkan sikap ketidak sabarannya mengingat aksi protes nasional atas kudeta militer yang semakin membesasr.
Min Aung HIaing mengintruksikan para demonstran yang berdemo untuk kembali bekerja atau akan menghadapi tindakan hukuman.
Dia mengeluarkan perintah itu setelah Myanmar dilanda aksi protes di berbagai wilayah menentang kudeta militer yang terjadi dan telah berlangsung selama enam hari berturut-turut.
Selain itu, Presiden Amerika Serikat juga telah mengumumkan sanksinya terhadap pimpinan Jendral Min Aung dan tidak mengakui pemerintah yang dia pimpin.
Aksi unjuk rasa di myanmar semula berjalan dengan damai, namun beberapa akhir ini, pasukan keamanan Myanmar mulai melakukan aksi represif kepada para demonstran dengan menembakkan gas air mata, meriam air dan peluru karet, beberapa media lokal juga menyebutkan adanya penggunaan peluru tajam.
Militer Myanmar menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan sejumlah tokoh lain pada kudeta tersebut, dan menahan sejumlah tokoh.
Sejak saat tersebut, Panglima Militer Min Aung HIang mengangkat dirinya sebagai pemilik kekuasaan legislatif, yudikatif, dan eksekutif.
Rakyat Myanmar yang tidak menginginkan hal tersebut kemudian marah dan menyerukat pembangkangan terhadap kepemerintahan yang dipimpin militer, kemudian para demonstran mulai menggelar demo berkepanjangan menuntut kembalinya pemerintah sebelumnya.
Dengan menggelar boikot "Jangan pergi ke kantor" teriak seluruh pendemo dan mengajak orang untuk kerja dan menekan pemerintah junta militer.

0 Komentar