Medan, Sihanouknewpost - Tanggal 01 Februari merupakan hari kelam di Negara Myanmar. Bagaimana tidak, pemerintah sah telah di kudeta oleh pihak militer yang menuduh terjadinya kecurangan hasil pemilihan umum yang diadakan pada november tahun lalu.
Namun ini bukanlah kudeta militer yang pertama dilakukan di negara brejulukan Burma tersebut. Bagi masyarakat Myanmar sendiri, momen ini mengingatkan mereka pada peristiwa yang terjadi pada tahun 1980 silam.
"Seperti hal nya Deja Vu, ini yang kami rasakan sekarang" Ucap warga Myanmar 25 Tahun.
Lantas seperti apa dan bagaimana kehidupan dan gaya kepemimpinan dibawah pemerintahan militer?
Secara umum, masyarakat tidak setuju dengan gaya kepemimpinan militer. Semua orang diliputi rasa takut, Wai Wai Nu berumur 5 tahun saat itu ia melihat ayah nya di tangkap dengan tuduhan aktivis politik yang mendukung Aung San Su Kyi, Ia melihat ayahnya di tangkap lalu dinaikkan kedalam truk militer.
Sebulan kemudian sang ayah di lepaskan, namun selama di penjara siksaan demi siksaan tak berhenti dilakukan. Hal itu merupakan kenangan yang tak bisa dilupakan hingga saat ini.
Sebagai anak, saya juga merasa takut, di penjuru pelosok daerah militer berjaga-jaga dan membayangkan ayah saya atau bahkan saya juga bisa ditangkap.
Tidak hanya penangkapan tanpa hukum berdasar, penyadapan juga dilakukan kepada seluruh masyarakat. Warga Myanmar yang di panggil Phyo juga memiliki pengalamam buruk.
Pria berumur 25 tahun lahir di Yangon ini berasal dari keluarga terpandang dan kaya. Dia mengaku kita anda berbicara di telepon anda dapat mendengar suara lain yang ikut berbicara, mereka merupakan militer yang bertugas memata-matai.
Mungkin beberapa dari mereka menjadi gambaran dari kelamnya kudeta yang berlangsung pada saat itu.

0 Komentar