Medan, Sihanouknewpost - Pemerintah Joe Biden menanggapi serius perihal situasi politik yang sedang bergoncang di Myanmar. Amerika Serikat menghimbau para sekutunya untuk bersama menekan militer Myanmar agar segera mengakhiri kudeta yang mereka lakukan dan melepas kekuasaan yang direbut saat ini.

"Komunitas Internasional harus bereaksi, menjadi satu tujuan yaitu menekan militer Myanmar agar segera menghentikan dan melepaskan kekuasaan yang mereka rebut" 

Hal ini merupakan dampak kemunduran demokrasi yang terjadi di Myanmar setelah pemilihan umum yang memenangkan partai NLD dengan menang mutlak.

Situasi kian memanas antara pemerintahan Myanmar dengan militer Myanmar yang dipimpin oleh Jendral MiN aung HIaing, setelah pemerintahan sah direbut, dan para pejabat ditangkap dan berlanjut pada pemecatan menteri yang menjabat, salah satunya penasihat Negara Aung San Suu Kyi.

Adapun tuduhan kepada pihak pemerintah yakni dugaan pemilihan umum sebelumnya yang dianggap curang dan panitia cenderung tidak menindak kecurangan tersebut.

Joe Biden melanjutkan, dirinya sudah berkomunikasi dengan beberapa tokoh negara yang mendukung warga Myanmar dan mana yang tidak.

"Amerika Serikat akan bekerja sama dengan rekan di seluruh dunia untuk segera mendukung pemulihan demokrasi dan hukum di Myanmar, termasuk meminta pertanggung jawaban dari dalang kudeta di Myanmar", Ucap Biden.

Selain berkomunikasi dengan beberapa negara sekutu, Biden mengkaji pemberlakuan sanksi ke Myanmar, Hal ini merupakan hal yang paling tepat diberlakukan, ucap Ketua Komite Hubungan Luar Negeri.