Medan, Sihanouknewpost - Pemerintah mencabut perintah larangan izin masuk ke perbatasan. Sekitar 1.000 lebih pengungsi, termasuk warga sipil, polisi dan keluarga mereka telah menyeberang ke india sejak akhir Februari lalu.



Kebanyakan dari pengungsi menyeberang ke negara bagian Mizoram di timur laut India, dimana pemerintah dan kelompok masyarakat sipil mendukung dan menerima mereka atas dasar kemanusian.



Setelah lonjakan pengungsi yang semakin meningkat, negara bagian kedua yang menjadi tujuan yakni Manipur juga mengalami hal serupa, namun pemerintah negara bagian disana menolak mereka.



"Administrasi Distrik tidak boleh membuka kamp apapun untuk memberikan makanan dan tempat berlindung" Ucap sebuah surat salinan yang di edarkan.



Pemerintah federal India kemudian meminta otoritas lokal menghentikan masuknya pengungsi dari Myanmar dan mendeportasi siapapun yang masuk kesana. Namun selang berapa lama pemerintah federal kemudian menarik perintah tersebut dikarenakan mendapat banyak kecaman keras dari beberapa dewan.



"Hal tersebut sangat memalukan" ucap Shivshankar Menor, mantan Penasihat Keamanan Nasional India. Ada 3 warga Myanmar yang mengalami luka tembak dan cidera dan kemudian harus melakukan perawatan akibat luka yang di deritanya.



Lebih dari 500 orang telah tewas di Myanmar sejak aksi kudeta 1 Februari 2021, ketika Junta Militer Myanmar mengambil alih pemerintah sah, dan memicu gelombang protes nasional dan internasional. 



Sejumlah perwakilan dewan keamanan PBB juga telah memberikan sanksi dan mengutuk aksi pembunuhan dan mengerahan senjata api terhadap rakyat sendiri yang menuntut keadilan.