Medan, Sihanouknewpost - Setiap dasarnya, manusia memilik Hak Atas hidup, Hak untuk kebebasan, dan Hak untuk memilih jalan Hidupnya. Tentu itu tidak serta merta dapat kita dapatkan di sebuah negara, apalagi negara tersebut adalah negara yang konon masih dalam kategori berkembang, ataupun negara maju sekalipun.

Tidak semua orang bisa menikmati HAM tersebut, oleh karena itu ada sebagian orang yang disebut aktivis berani mengutarakan suarannya demi ketidakadilan, menyuarakan kesewengang wenangan atas perlakuan orang yang berkuasa walaupun nyawa sendiri bisa jadi taruhannya. Berikut adalah Aktivis yang Berjuang Menegakkan HAM.

1. Mahatma Gandhi (India)

Mahatma Gandhi adalah pemimpin paling kontroversional di seluruh dunia berasal dari gerakan non-kekerasan untuk kemerdekaan India. Gandhi sangat lantang berbicara menentang rasisme kepada komunitas Hindu dan menyerukan persatuan antara Hindu dan Muslim India.

Pada 30 Januari 1948, Gandhi tertembak oleh ekstrimis garis keras Hindu, setelah kematiannya ajaran dan metodenya banyak di terapkan oleh pemerintah demi menyatukan perbedaan di negara tersebut.

2. Martin Luther King (Amerika)

Marin Luther King adalah seorang pendeta Baptis dan aktivis Amerika. Ia dikenal sangat sering menyuarakan anti kekerasan dan ketidak patuhan sipil sesuai dengan ajaran Kristen.

King sendiri dianugrahi hadiah Nobel perdamaian atas jasanya melawan ketidak adilan, kesenjangan ras kulit melalui perlawanan damai. Pada Ujung Nyawanya, dirinya tewas di tembak mati oleh seorang pria yang bernama James Early Ray.

3.  Malcom X (Amerika)

Malcom X adalah pemimpin gerakan hak sipil di Amerika pada era tahun 1950. Tidak seperti Martin Luther yang mendukung anti kepada kekerasan dan protes secara damai, Malcom X percaya untuk membasmi rasisme harus melakukan segala cara, termaksud menggunakan kekerasan itu sendiri.

Pemikirian Malcom X kian berubah setelah dia mendapatkan pencerahan saat melakukan perjalanan Ibadah Hajinya di Timur Tengah. Saat itu lah dia mulai berubah mencari jalan damai dalam memperjuangkan HAM sipil warga kulit Hitam.

4. Benazir Bhutto (Pakistan)

Bhutto adalah satu-satunya perdana menteri dan yang pertama di Pakistan dan merubah demokrasi di negara tersebut. Bhutto sangat berperang memulihkan demokrasi di Pakistan setelah Kudeta Militer yang terjadi pada pemerintahan yang terdahulu.

Bhutto menjabat dari tahun 1998-1996, sesaat hendak mencalonkan diri menjadi perdana menteri berikutnya Bhutto terbunuh karena serangan bunuh diri yang disebut dilakukan oleh kelompok teroris Al-Qaeda.