Medan, Sihanouknewpost - Perdana Menteri Kamboja mengatakan bahwa negara Kamboja tidak akan membeli Vaksin corona yang tidak disertifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
Hun Sen mengatakan " Kamboja tidak mau menjadi negara untuk uji coba vaksin di saat genting saat ini", Pernyataan ini menunjukkan Kamboja mengabaikan kesepakatan awal beberapa bulan antara Kamboja dan China, WHO sendiri sebagai organisasi dunia belum menyetujui izin kandidat Vaksin Covid-19 mana pun.
Hingga saat ini belum diketahui vaksin yang di setujui oleh kementerian kesehatan kamboja, hingga saat ini dari uji klinis tahap ketiga vaksin sinovac belum mendapatkan data dari hasil uji tersebutm sehingga tingkat kemanjurannya masih sangat diragukan dan China sendiri masih terbilang tertutup dalam segala hasil uji coba vaksin yang mereka lakukan.
China disebut telah sepakat untuk mendukung upaya vaksinasi Covid-19 di kamboja selain dari pada itu Kamboja dan China juga memiliki kerja sama hubungan internasional yang terjalin dengan baik.
Kamboja sendiri melalui Perdana Menteri Hun Sen mengatakan pihaknya telah memesan stok vaksin COVAX yang telah berizin oleh PBB, dengan bertujuan mendapatkan subsidi vaksin bagi 92 negara yang berpenghasilan rendah.
Pemerintah kamboja berharap bisa mendatangkan 26 juta dosis yang dapat memvaksin sekitarnya kurang lebih 16 juta warganya secara gratis.
Perwakilan Kamboja untuk WHO Li Ailan mengatakan kamboja sangat berharap ketersidiaan vaksin segera dapat didatangkan pada awal 2021 untuk menekan penyebaran covid yang semakin membersar dinegara tersebut.
Pemerintah Kamboja sendiri memberikan alokasi dana sebesar $100 hingga 200$ juta untuk membeli vaksin dan menerima lebih 48$ juta dari sumbangan sukarelawan.

0 Komentar