Medan, Sihanouknewpost - Benny Wenda merupakan sosok tokoh yang sangat gencar memperjuangkan kemerdekaan Papua. Sebelumnya Benny Wenda diangkat sebagai presiden pemerintahan sementara Papua Barat oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).
Gencarnya Tentara Militer Indonesia dan segala operasi di daerah Papua membuat dirinya dan kelompoknya merasa terancam, dia pun mendesak PBB untuk memberikan sikap dan langkah kongkrit dalam menuntut Hak warga Papua.
Desakan Benny dan organisasinya ditujukan kepada PBB setelah banyaknya operasi militer untuk menumpas Organisasi terlarang di papua, membuat keberadaan mereka terancam.
Setelah ikut berperang sekitar satu dekade dalam upaya memperjuangkan nasib dan kemerdekaannya, tanggal 1 Desember 2020 ULMWP mengumumkan pemerintahan sementara Papua Barat. Hal ini didukung oleh pernyataan dari Kantor Hak Asasi Manusia untuk PBB di Bangkok setelah mengomentari tingkat kekerasan yang semangkin meningkat di wilayah Papua.
Dalam pernyataan ULMWP menyatakan bahwa Benny Wenda merupakan Presiden terpilih sementara. Wenda saat ini sedang dalam pengamanan serta pengasingan di Inggris dan sudah mendapatkan Suaka politik setelah merasa dianiaya oleh pemerinta Indonesia dan menjadi DPO kepolisian setelah kepemimpinan atas ULMWP.
Pemerintah Indonesia langsung segera memberikan sikap tegas atas pernyataan klaim tak mendasar tersebut, dengan mengatakan tindakan ULMWP adalah sebagai sikap penghianatan atau makar dan harus segera ditumpaskan demi kedaulatan Indonesia.
Mengingat belakangan Akhir ini penembakan kriminal bersenjata semakin marak di papua menjadikan acuan untuk menumpas segala ancaman kedaulatan dan keamanan di wiliayah papua.

0 Komentar