Medan - Sihanouknewpost - Terjadi aksi teror di depan gereja Keuskupan Episkopal New York, yang lokasinya berada di Amsterdam Avenue west 112th Street. Aksi teror terjadi 15 mebut setekag acara pertunjukan paduan suara yang dihadiri hampir sekitar 200 orang.
Pelaku teror langsung cepat dapat dilumpuhkan oleh aparat keamanan kota New York langsung memberikan langkah cepat dengan menembak mati pelaku teror.
Setidaknya ada satu kali tembakan pas di kepala pelaku dan 15 peluru di tembakan di badan tersangka. Dalam hal bersamaan kepolisian langsung mengamankan daerah lokasi sekitar gereja, dan melakukan evakuasi kepada para korban yang masih berada di dalam gereja Katedral tersebut.
Polisi kemudian melakukan penggeledahan kepada mayat pelaku teror dan menemukan dua unit senjata api berjenis pistol semi-otomatis di tempat kejadian, dan menemukan sebuah tas yang diduga milik tersangka yang berisikan bensin, kawat, pisau , sebuah alkitab.
Hingga saat ini belum ada satupun korban jiwa yang terluka oleh aksi teror tersebut, berkat langkah cepat oleh tiga petugas yang berjaga di sekitar daerah tersebut.
Rentetan aksi teror seperti ini semakin marak terjadi di bagian eropa, yang sebelumnya terjadi di Prancis yang di dasari oleh Guru sekolah di inggris yang menunjukan sebuah kartun Nabi Muhamad dalam harian koran Charlie Hebdo yang memicu ada nya gesekan antara pro dan kontra.
Disamping itu, ucapan dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang terkesan keras terhadap agama muslim yang berdampak adanya gelombang memboikot Produk-produk Prancis dan beberapa kepala negara lain turut memberikan komentar pedas atas ucapan Emanuel Macron yang menyinggung umat muslim di seluruh dunia.
Hal ini tentu menjadi dasar untuk kepolisian di inggris untuk lebih waspada dari aksi teror yang dilakukan dari orang yang intoleran dan tugas setiap negara untuk mengatasi faham-faham radikal yang sulit dilacak keberadaannya.


0 Komentar