Medan, Sihanouknewpost - Pemerintah Namibia telah melakukan kebijakan baru tentang penjualan hewan liar seperti gajah yang dilindungi afrika. Sebuah iklan penjualan beredar dengan memperjual belikan sekitar 170 ekor gajah liar yang bernilai mahal dan sangat tinggih.
Pemerintah mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mengurangi populasi gajah yang meningkat setiap tahunnya di sana, dan iklim kekeringan yang sedang melanda Nigeria dalam beberapa tahun ini, belum juga konflik antara manusia dan gajah yang semakin sering terjadi.
Nigeria yang terletak di sebelah Afrika Selatan merupakan rumah bagi 28.000 ekor gajah liar, gajah membutuhkan air minum untuk sehari-harinya, untuk seekor gajah saja dapat menghabiskan sekurangnya ratusan liter setiap harinya guna menyejukkan suhu tubuh gajah.
Namun untuk belakangan ini, hal ini tentu sangat sulit didapatkan gajah-gajah Nigeria sebab iklim kering yang melanda Namibia membuat pemerintah terkait harus berpikir cepat untuk dapat mengatasi hal tersebut.
Setelah rapat yang panjang dan penelitian yang alot, akhir nya memutuskan untuk Menjual sebagian gajah tersebut, keputusan tersebut diambil setelah kebijakan sebelumnya menembak gajah untuk mengendalikan populasinya dikritik oleh banyak orang terlebih Menteri Lingkungan Hidup.
Populasi gajah sebelumnya sempat menyusut menjadi sekitar 5.000 pada tahun 1990, tetapi kembali meningkat secara fenomenal berkat program konservasi dan menjadi pujian masyarakat dunia.
Kementerian Lingkungan Hidup Nigeria mengatakan bahwa Pemerintah tidak akan menjual satwa langkah dan eksotis tersebut kepada sembarang pembeli, dan harus memastikan negara tersebut wilayah kondusif dan pangan serta tempat tinggal gajah terpenuhi.

0 Komentar