Medan, Sihanouknewpost - Seorang warga Azerbaijan tewas diakibatkan oleh sebuah ledakan ranjau darat yang diduga dipasang pasukan militer Armenia di wilayah Karabakh.

Dalam ledakan tersebut, seorang warga sipil dan seorang tentara turut ikut terluka akibat kejadian tersebut. Dalam sebuah konfrensi Pres Kepala Kejaksaan Azerbaijan mengatakan " Kami menduga Pasukan Armenia memasang ranjau darat sesaat akan mundur dari wilayah pendudukan tersebut" begitu ucapnya.

Otoritas Keamanan dan Militer Azerbaijan meminta dan melarang warga untuk masuk dalam kawasan pembebasan tersebut untuk keperluan apapun, sebab diduga ada ratusan ranjau darat lagi yang masih tertanam dan sewaktu-waktu bisa saja menyebabkan sebuah ledakan.

Sebelumnya ada 5 orang warga Azerbaijan tewas akibat menginjak ranjau darat yang diletakkan pasukan Armenia yang mundur.

Hubungan Armenia dan Azerbaijan sempat memanas belakangan ini, sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Nagorno-Karabakh dan kembali pecah pada tanggal 27 september 2020, dan akhirnya berhenti setelah gencatan senjata yang di tangani oleh Rusia.

Nagorno-Karabakh sendiri adalah wilayah Azerbaijan yang diduduki oleh warga Armenia secara ilegal selama hampir tiga dekade, hingga akhirnya Azerbaijan memutuskan untuk mengambil kembali wilayah daerah tersebut dan memaksa warga Armenia untuk meninggalkan daerah tersebut.