Medan, Sihanouknewpost - Kisah suram dari wilayah Tigay dimana seorang wanita muda seorang penjual kopi harut terpisah dari keluarga, sahabat oleh karena seorang tentara Ethopia.

Dia menyebutkan seorang tentara tersebut memberikan pilihan hidup kepadanya, Wanita yang berumur 25 tahun yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut mengingat ucapan tentara kepadanya.

"Pilih, saya bunuh kamu atau memperkosa kamu" ucap seorang tentara Ethopia tersebut. Seorang wanita tersebut melarikan diri dari kamp pengungsi Hamdayet di Sudan, dia melarikan diri dari perang yang melanda wilayah Tigray, Ethopia.

Dokter Tewadrous Tefera Limeuh yang merawatnya ketika tiba di kamp  membenarkan perihal tersebut, dan memberikan pil untuk menghentikan kehamilan dan penyakit seks menular serta membimbingnya menuju psikoterapis.

Tentara tersebut menodongkan pistol kepadanya dan kemudian menyiksanya dan memerkosanya tanpa menggunakan alat kontra sepsi ujar dokter yang menjadi sukarelawan tersebut.

Beberapa pekerja bantuan untuk kelompok kemanusiaan dari internasional mendapatkan beberapa laporan terkait pelecehan serupa yang terjadi di Tigray.

Perdana Menteri Abiy Ahmed tidak menanggapi dengan serius pernyataan terkait laporan pemerkosaan tersebut, dan malah menuding Front Pembebasan Rakyat Tigray adalah pemberontak dan telah melakukan kriminal.