Medan, Sihanouknewpost - Panglima tertinggih Myanmar melakukan pidato kemiliteran, dalam pidatonya mengatakan pemerintah yang berkuasa saat ini sudah tidak sehat, yakni kubu liga nasional untuk demokrasi  (NLD) yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi. 

Panglima Militer Myanmar itu mengatakan dalam edaran surat kabar Myawady yang di kelolah militer. Selama berminggu-minggu menuduh ketidak beresan pemilihan yang terjadi pada pemilu November yang lalu yang dimenangkan oleh kubu NLD.

 Seorang juru bicara militer mengatakan mengesampingkan kemungkinan militer untuk merebut kekuasaan total untuk menangani krisis politik yang semakin berkepanjangan.

Jendral Min Aung HIaing dalam sebuah pidatonya mengatakan konsitusi 2008 adalah "ibu hukum untuk semua hukum" dan wajib dihormati. Namun dalam keadaan yang mendesak dan tertentu perlu untuk mencabut keputusan konstitusi tersebut.

Pihak Komisi Pemilu merilis pernyataan yang menyangkal kecurangan pemilih, meski mengakui bahwa pengawas telah melihat titik kelemahan dalam pemilu sebelumnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pihak nya telah mengawasi jalannya pemilu, dan hasil dari pemilu tersebut wajib di hormati oleh seluruh masyarakat tanpa melakukan provokasi dan hasutan tak berdasar.

Pemungutan suara itu merupakan yang kedua kali dilakukan di Myanmar sejak 2011 kediktatoran militer selama 5 dekade silam.